Monday, June 13, 2016

Visualisasi Data Gempa dengan Google Table Fusion

Mengenal Google Table Fusion

Sebelum dibahas bagaimana cara  visualisasi data gempa dengan google table fusion, mari terlebih dahulu kita mengenal tentang Google Table Fusion. Google table fusion adalah salah satu aplikasi dari google. Aplikasi ini merupakan salah satu aplikasi dari serangkaian aplikasi pengolah dan penyimpan dokumen (google drive) dari google. Aplikasi-aplikasi tersebut antara lain: document, spreadsheet, presentation, form dan drawing. Google table fusion sifatnya masih dalam tahap pengembangan (eksperimen) yang diciptakan untuk visualisasi data. Sumber-sumber data yang dapat diupload ke dalam google table fusion dapat berupa data tabular dalam format excel, data textual dengan format txt, csv atau tsv dan data dengan format KML.

Dengan menggunakan aplikasi google table fusion, ada beberapa keuntungan yang bisa diperoleh antara lain:
  • Dapat membuat visualisasi data spasial dengan cepat
  • Peta yang dibuat dapat dipublikasikan secara online
  • Data-data yang diupload dapat dijadikan terbuka, sehingga dapat diakses oleh orang lain
  • Pengguna juga dapat mengakses data-data milik pengguna lain yang aksesnya dibuka untuk umum
  • Tabel-tabel dalam google table fusion dapat saling dihubungkan, sehingga akan lebih memperkaya informasi.
Pada tulisan ini kita akan belajar untuk memvisualisasikan data titik-titik gempa dalam peta heatmap seperti pada gambar 1.Tertarik? Ayo kita mulai!

heatmap titik-titik gempa
Gambar 1. Heatmap titik-titik gempa

Memulai Table Google Fusion

Untuk dapat menggunakan aplikasi google table fusion, setiap pengguna harus memiliki akun email google. Akun email google dapat dibuat melalui situs email google pada laman http://www.gmail.com. Jika telah memiliki akun email google maka aplikasi google table fusion dapat diakses melalui laman docs atau drive google di http://www.drive.google.com. Jika telah melakukan sign in maka halaman google drive akan tampak seperti gambar 2

Halaman Google Drive
Gambar 2. Laman Google Drive

Sumber Data Gempa

OK. Akun google telah ada dan sign in telah dilakukan ke google drive. Sekarang data gempa dapat diperoleh dari mana? Untuk data gempa dapat diperoleh dari USGS di situs http://earthquake.usgs.gov/earthquakes/search/. Di situs ini kita dapat mencari data gempa berdasarkan waktu, wilayah dan tanggal terjadi gempa. Data tersebut kemudian dapat diunduh dengan format KML, spreadsheet(csv), dan QuakeML. Untuk tulisan ini saya mengunduh data gempa 30 hari terakhir dalam format csv.

Upload Data Gempa ke Google Table Fusion

Untuk mengupload data ke google table fusion, harus dibuat sebuah table fusion yang baru. Untuk membuatnya tinggal memilih tombol NEW kemudian pilih Google Table Fusion, seperti pada gambar 3. Bagaimana jika Table Google Fusion tidak ada? Jangan panik. Pilih Connect more apps, dan cari Google Table Fusion kemudian pilih Connect.

Membuat table google fusion
Gambar 3. Membuat table google fusion
Apabila Google Fusion Tables dipilih, maka kemudian akan muncul halaman untuk membuat tabel fusion seperti gambar 4. Di menu tersebut ada empat cara yang dapat dilakukan yaitu:
  1. Mengimport dari tabel yang ada dalam komputer.
  2. Menggunakan data google Spreadsheets yang telah dibuat dalam drive google.
  3. Membuat tabel kosong yang baru
  4. Mencari dan menggunakan data-data publik yang telah dibuka aksesnya oleh orang atau pihak lain.
Membuat tabel google fusion baru
Gambar 4. Membuat tabel fusion
Karena kita sudah memiliki data gempa yang sudah diunduh sebelumnya, dan sekarang data tersebut berada dalam komputer, maka kita akan melakukan cara pertama. Untuk itu pilih tombol Choose File, kemudian pilihlah data gempa yang dimaksud. Setelah data dipilih, maka secara otomatis akan diteksi tipe file dan karakter pemisahnya. Jika telah selesai tekan Next. 
Gambar 5. Data gempa yang akan diimport
Data gempa yang akan diimport akan muncul seperti pada gambar 5. Pada langkah ini secara default nama kolom berada pada baris 1. Jika seandainya pada kasus lain nama kolom tidak berada pada baris pertama, maka harus disesuaikan. Dengan demikian tidak ada yang perlu dirubah pada langkah ini, dan tekan Next.
Gambar 6. Keterangan tabel
Selanjutnya akan muncul halaman untuk memasukkan beberapa keterangan dari tabel yang akan kita buat, seperti nama tabel, opsi untuk mengizinkan eksport tabel, deskripsi dan lain sebagainya seperti pada gambar 6. Isilah dengan informasi yang relevan. Pada langkah ini proses sudah selesai dan tekan Finish.

Peta titik gempa 30 hari terakhir dari tanggal 12 Juni 2016
Gambar 7. Peta titik gempa
Jika proses import selesai maka akan muncul halaman data google tabel fusion seperti pada gambar 7. Pada halaman ini kita dapat melihat tampilan data berdasarkan baris, card dan peta. Untuk tampilah peta dapat dilihat pada tab Map of Latitude. Pada tampilan peta bisa dilakukan perubahan gambar/icon marker dan info window. Keduanya dapat dilakukan pada opsi Feature Map, dengan memilih Change feature styles atau Change info window. Silahkan bereksplorasi!

Membuat Heatmap Titik-titik Gempa

Peta intensitas atau heatmap adalah peta yang menunjukkan kerapatan lokasi di atas peta. Semakin rapat sebaran titik pada suatu area, semakin merah area tersebut. Untuk membuat peta heatmap digunakan fitur Heatmap. Perlu diperhatikan, heatmap memiliki keterbatasan hanya dapat menampilkan 1000 baris record. Sehingga apabila data yang kita miliki lebih dari 1000 baris (dalam kasus ini 9241 baris) maka akan dipilih 1000 baris pertama. Hal ini menyebabkan tampilan heatmap kadangkala tidak sesuai dengan harapan, karena data tidak menyebar secara merata.

Untuk mengatasi hal ini, maka dapat dilakukan filter. Pada gambar 8 dilakukan filter berdasarkan magnitude gempa antara 3 sampai 8, hasilnya terdapat 857 baris. Selanjutnya dapat diatur radius, tranparansi dan bobot heatmap(weight). Jika sebuah kolom ditetapkan sebagai bobot, maka intensitas heatmap akan dikalikan dengan nilai pada kolom tersebut. 

Google table fusion filter
Gambar 8. Filter berdasarkan magnitude gempa

Apabila telah puas dengan tampilan heatmap, pilih Done, dan selamat!!, petanya sudah selesai dan siap dishare.



Mempublikasikan Peta Heatmap Gempa

Untuk mempublikasikan peta yang sudah dibuat ada dua cara yang dapat dilakukan yaitu share dan publish. Untuk share digunakan fitur share yang ada di kanan atas halaman. Apabila fitur ini dipilih kita dapat mengatur hak akses dari peta ini, apakah hanya dapat dilihat (view) atau pengguna dapat merubah (edit). Setelah pengaturan-pengaturan tersebut dilakukan, maka akan diberikan link seperti pada gambar 9. Link ini dicopy dan dibagikan.

Gambar 9. Membagi peta(share)
Cara kedua dengan publish dapat dilakukan dengan memilih segitiga kecil pada tab map, sehingga muncul menu seperti gambar 10.

Gambar 10. Mempublikasikan peta (publish)
Pada menu tersebut pilih Publish, sehingga muncul jendela seperti gambar 11. Pada jendela ini terdapat beberapa pilihan yaitu:
  1. Mengirimkan link lewat email.
  2. Mempublikasikan frame peta yang dapat ditampilkan di web lain.
  3. Mendapatkan kode HTML dan Javascript
  4. Mempublikasikan ke dalam google drive
Gambar 11. Jendela Publikasi Peta

Mana yang akan dipilih? Tentunya sesuai dengan tujuan Anda. Kalau ingin memberikan link peta , pilihlah pilihan yang pertama. Jika peta ingin ditampilkan di sebuah halaman web lain, pilihlah yang kedua. Jika ingin memperoleh kode HTML dan Javascript untuk proses lebih lanjut, maka pilihlan pilihan ketiga dan pilihlah pilihan terakhir jika ingin dipublikasikan ke dalam google drive. Layer Google Table Fusion juga dapat ditampilkan dalam peta Google Map (baca: Google Maps API: Menampilkan Layer Google Fusion Table).

Demikianlah cara menampilkan data titik-titik gempa dalam heatmap menggunakan google table fusion. Semoga tulisan ini bermanfaat dan silahkan dishare jika dirasa bermanfaat juga bagi orang lain. Saya mengharapkan saran, kritik dan komentar agar tulisan dan blog ini menjadi lebih baik. Bersama kita berbagi. Terima kasih :)

0 comments :

Post a Comment