Wednesday, July 27, 2016

UPTB GIS BAPPEDA Banda Aceh Mengembangkan Web GIS Berbasis Open Source

BAPPEDA Kota Banda Aceh kembali membuat terobosan dengan mengembangkan web GIS berbasis open source. Sebelumnya web GIS BAPPEDA Kota Banda Aceh dikembangkan dengan teknologi Google Maps API. Pemilihan teknologi Google Maps API pada awal pengembangan web GIS Banda Aceh dikarenakan pertimbangan infrastruktur yang belum memadai, sehingga tidak mungkin dipaksakan untuk membuat sebuah aplikasi web GIS dengan server sendiri dengan kecepatan internet yang terbatas. Namun saat ini keadaan sudah cukup berbeda, dimana infrastruktur IT dan koneksi internet di BAPPEDA Kota Banda Aceh sudah cukup mumpuni.   Dengan modal tersebut, maka UPTB GIS BAPPEDA Kota Banda Aceh mengembangkan web GIS berbasis open source. Teknologi yang digunakan adalah library Openlayers, PostGIS dan Geoserver dengan server Linux. 

web GIS Kota Banda Aceh
Gambar: Tampilan web GIS Banda Kota Banda Aceh
Teknologi open source cenderung mengalami perbaikan dari waktu ke waktu karena didukung  oleh komunitas dan pengembang dari seluruh dunia. Hal ini dapat dilihat dari versi perangkat lunak open source yang terus dirilis dari waktu ke waktu. Sebagai contoh library openlayers saat tulisan ini dibuat telah mengeluarkan rilis atau versi 3.17.1, selang beberapa hari setelah versi 3.17 dirilis. Hal ini dilakukan untuk memperbaiki bug-bug yang terdapat dalam software tersebut. Kenapa bisa begitu cepat rilis baru dikeluarkan? Kembali lagi ke pernyataan di atas, karena library ini didukung dan dikembangkan oleh developer dari seluruh dunia. Kitapun dapat berpartisipasi karena source code-nya terbuka untuk umum. Untuk itu cukup penting untuk memilih teknologi atau perangkat lunak open source yang memiliki dukungan yang kuat dari komunitasnya.

Selain alasan kepastian keberlasungan dukungan teknologi, hal lain yang menjadi pertimbangan adalah biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh teknologi open source ini relatif kecil bahkan gratis dibandingkan dengan perangkat lunak komersial, sehingga lebih efisien dan dananya dapat dipergunakan untuk kegiatan lainnya. Untuk pengembangan web GIS ini BAPPEDA kota Banda Aceh hanya mengeluarkan biaya honor tenaga ahli dari pelagis, sebuah lembaga lokal yang bergerak dalam pengembangan teknologi geospasial.

Saat ini status web GIS Banda Aceh menggunakan teknologi open source masih bersifat beta. Di dalamnya dapat dilihat beberapa layer yang memuat data-data berupa data dasar, data tematik, data perencanaan, dan citra satelit/basemap. Data perencanaan misalnya memuat peta pola tata ruang tahun 2009-2029, peta kawasan strategis, serta peta pusat layanan di Kota Banda Aceh. Sementara data tematik memuat peta jumlah kepala keluarga di Kota Banda Aceh menggunakan data tahun 2013 dan 2014. WebGIS terbaru Bappeda ini dapat dilihat pada laman http://bappeda.bandaacehkota.go.id/webgis/OL3/


0 comments :

Post a Comment